Hal2 yg penting tentang mobilisasi Dana Musibah/Kematian disampaikan oleh ARA, RAN dan GN :
Kontributor ARA :
Assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh..no rekeningnya adalah. Bank Mandiri a/n Abdul Rachman Agus no 1270007214115....Terima kasih atas amamah mulia yang diberikan pada saya...maaf saya belum bisa komentar panjang
..mengingat saya masih diperjalanan. Wassalamu'alaikum.
Alhamdulillah sudah sampai rumah.
Insya Allah minggu depan apakah hari senin atau hari selasa (18/19-5) saya bermaksud takziah dan tausiah ke rumah keluarga almarhum (Kel Alm. Syaiful Bachri yg wafat tgl. 12 Mei 2015, red). Saya akan bawa infaq dari teman-teman, yang mau ikut bisa juga sih diatur saja.
Rumah saya di Jatibening kekarawaci lewat cawang, slipi masuk tol tangerang.
Oh ya, kalau ada yang berinfaq bisa juga laporannya melalui japri saya. Nanti secara global laporannya saya broadcast. Terimakasih
Wassalam
Kontributor RAN :
All the Ran.
Assalaamualaikum Wwb.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Shahabat semua yg dimulyakan Allah. Ada hal yg menarik pasca kepergian untuk selama lamanya rekan kita Allah Yarham Syaiful Bahri ...semoga Allah menerangi, melapangkan dan merahmati quburnya aamiin.
Bermula dari sebuah usulan mulia untuk menyumbangkan rizkinya kepada keluarga yg ditimpa musibah terutama yaitu musibah kematian. Dimana hal ini sebelumnya memang sudah dibicarakan dalam suatu pertemuan kecil di tempat kediaman Pak Gun, hadir terlebih dahulu Ibu Rita Marlina (RIM),Tom,MmEnny, saya sendiri yg datang belakangan, Pak Gun sbg tuan rumah, kebetulan Bu Yas sedang berhalangan hadir.
Dalam pertemuan tersebut saya mendengarkan niat dari Panpel Reuni yang baru lalu untuk sekedar membantu meringankan keluarga yg ditimpa musibah terutama kematian, ini diambil jika dimungkinkan dari dana yang ada di panpel.
Pak Gun menyarankan, yang pertama, karena dana yg ada adalah dana khusus untuk reunian atau rekreasi, yang kedua, sumbangan untuk musibah kematian biasanya dilakukan secara spontan dari pribadi masing2, tetapi juga pak Gun ingin mengupayakan bagaimana mengakomodir rekan2 yg jauh yg juga ingin menyumbang, karena sumbangan kematian bersifat keikhlasan pribadi maka samasekali dlm pertemuan hari Jum'at tgl 17 April 2015 ini tidak dibicarakan batas besaran2 berapa nilai yg akan disumbangkan.
Disinilah awal dari niatan mulia ini walaupun baru berbentuk wacana itu sudah dimulai, berhubung waktu pelaksanaan reuni tinggal 2 hari ( 19 April'15) maka formula untuk menggoalkan niat itu perlu dibicarakan lebih lanjut.
Alhamdulillah Allah memberi petunjuk sejalan dengan waktu, pasca meninggalnya rekan kita sdr Syaiful Bahri, dan lewat usulan dari sahabat kita Zal yg diiringi tanda setuju dan diwarnai pendapat2 yg bermunculan layaknya dalam suatu konferensi jarak jauh, ini suatu keniscayaan, karena setiap orang punya pendapat yg berbeda beda.
Adapun pendapat, yg keluar seperti hitungan2, besaran2, bagaimana urusan adm, bgmn laporannya, apakah mau rutin menyumbang, atau kalau ada rizki saja, bagaimana formulasinya, ini sekali lagi kita anggap sebagai stimulan atau masukan2 yg bertujuan positive yang sekarang sedang akan dibicarakan oleh Pak Gun, Tom, dan Ustadz Ara.
Sebagai sesama anggota kita ucapkan terma kasih tentunya kepada rekan yg spontan menyumbang yg diawali oleh sahabat kita Erdius dkk, yg merupakan penyemangat dalam upaya salah satu dari Fastabaqulkhairot, marilah kita doakan semoga dalam pelaksanaan seterusnya yg In Syaa Allah sudah jelas formulasinya, upaya ini mendapat kemudahan dan Ridho serta Berkah dari Allah SWT. Aamin, Aamin, ya Robbal Alamin.
Wassalaamualaikum. Wwb.
Kontributor GN :
Saya setuju sekali, bhw info trnsfr supaya di japri ke ARA.
Pertama karena asal muasalnya adalah "saweran".
Klu kita melayat dan memberi "saweran" biasanya masuk amplop kecil dan diselipkan di "baskom" yg ada. Jadi tdk ada yg tahu brp besarnya, yg kena musibahpun tdk tahu..,.
Kedua ARA sebagai adm dana, dgn info di japri menjadi lebih ringan tugasnya.
Coba klu ARA lagi ada tugas ( beri tausyiah dll ) dan baru buka Telegram atau Paguyuban 6 jam kemudian dan hrs scroll kebelakang untuk mencari siapa yg sdh transfr, bisa2 stress ARA ( sdh brp puluh chat, photo dan video ).
Klu kita sdh percayakan kepada ARA ya sebaiknya kita ikhlas.
Ini usul saya, laporan secara global bisa dibroadcast. Klu laporan detail akan diberikan kepada teman yg minta.
Begitu tanggapan saya.
Kamis, 14 Mei 2015
Rekening Dana Musibah/Kematian
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar